Make your own free website on Tripod.com

Kehidupan Unik

Ikan Kupu-kupu Afrika Ikan Badut Lobster Lou-Han

 

Dasar laut di Kutub Utara yang sangat terpencil ternyata kaya berbagai bentuk kehidupan. Termasuk adanya spesies ubur-ubur dan cacing yang belum diketahui sebelumnya. Namun mereka mungkin terancam pemanasan global. Demikian pernyataan tim ilmuwan sejak menyelesaikan eksplorasi di sana.

Para ilmuwan yang didukung oleh Universitas Alaska menggunakan robot kapal selam dan gelombang suara untuk menyelidiki sebuah cekungan besar di pantai Arktik, Kanada yang terisolasi pada kedalaman 3.800 meter. Dan mereka terkejut dengan apa yang ada di sana.

"Kami terperangah oleh jumlah dan keragaman kehidupan di lingkungan ini. Meskipun pada kedalaman 3.800 meter, kami menemukan banyak hewan di dasar laut, ketimun laut, serta berbagai jenis ubur-ubur dan udang," kata Rolf Gradinger, pemimpin kapal penelitian dari Universitas Alaska.

"Selain itu beberapa spesies yang kami lihat merupakan spesies baru karena sejauh ini mereka tidak terlihat di area mana pun di Bumi," katanya. Spesies tersebut adalah jenis ubur-ubur dan tiga jenis cacing berduri. Tanpa diduga, tim juga menemukan ikan kod, cumi-cumi, gurita, dan jenis udang yang belum pernah didapati dalam jumlah sebesar ini di lingkungan dingin lain.

Para ilmuwan dari AS, Kanada, Rusia, dan China menghabiskan 30 hari di atas kapal pemecah es Healy milik AS, sebagai bagian dari sensus global terhadap kehidupan lautan berbiaya 1 miliar dollar AS, yang didanai oleh pemerintah, swasta, dan donatur pribadi.

Healy kembali dengan membawa ribuan spesimen dari Laut Chucki, Beaufort, dan Basin Kanada, cekungan besar yang dibatasi dinding yang terjal dan tertutup es. Tim peneliti mengatakan, data tersebut membantu pengukuran terhadap pengaruh perubahan iklim dan kerusakan yang terjadi akibat eksploitasi energi, pelayaran, dan pengambilan ikan besar-besaran.

"Ini merupakan pembanding dan kami berharap dalam 10, 20, atau 30 tahun berbagai penelitian kembali dilakukan untuk melihat apakah terjadi berbagai perubahan komposisi dan keragaman kehidupan hewan," kata Gradinger. Penelitian PBB menyatakan bahwa daratan es Kutub Utara akan mencair lebih besar pada musim panas 2010 karena pemanasan global, akibat pembuangan emisi gas hidrokarbon dari kendaraan, pembangkit listrik, dan industri.

Para ilmuwan mengatakan, jika Kutub Utara semakin mencair, spesies yang tinggal di bagian yang lebih selatan akan masuk ke Laut Arktik sehingga akan menghancurkan ekologi sebelumnya.

Tim juga menyatakan bahwa kapal penelitian akan membawa penelitian di Lautan Selatan di Antartika di mana kondisinya lebih baik daripada di Basin Kanada. "Para ilmuwan berteori bahwa pusaran arus di Laut Selatan merupakan wahana evolusi, menyediakan nutrisi bagi organisme di Antartika dan menggabungkan bentuk kehidupan dari Pasifik, Indian, dan Laut Atlantik yang menghasilkan berbagai ragam kehidupan," tulis para peneliti.

Divisi Antartika Australia di Hobart akan memulai proyek dari Desember 2007 hingga Maret 2008. Proyek tersebut akan melibatkan 200 ilmuwan dari 30 negara dan mengambil sampel hingga kedalaman 5.000 meter.

Karena Laut Selatan menjadi bagian yang penting dalam sistem biologi kelautan di dunia, para ilmuwan sangat tertarik untuk memahami bagaimana perubahan iklim berlanjut. Kemudian, jika benar berlanjut, apakah itu mempengaruhi kehidupan di sana dan lautan lainnya.