Make your own free website on Tripod.com

Lobster

Ekosistem Kehidupan Ekstrem Kehidupan Unik Album Foto

 

Home

 

Text Box: Home
 

 

Berbicara mengenai Lobster Air Tawar atau Freshwater Crayfish, berarti berbicara mengenai lebih dari 500  jenis hewan  akuatik dari keluarga Astacidae, Cambaridae dan Parastacidae. Mereka tersebar di seluruh dunia, mulai dari Austaralia, Newzealand, Papua, Amerika, Jepang, China, Madagaskar, Amerika  dan Eropa. Dengan sebaran seperti gambar berikut:

Meskipun demikian, untuk mempersempit cakupan, baiklah dibicarakan jenis-jenis lobster yang beredar di Indonesia sejauh ini.  Mereka adalah:
bulletCherax destructor 
bulletCherax quadricarinatus
bulletProcambarus Claarkii
bulletdan beberapa spesies lokal asal Irian dari genus Cherax 

Cherax dustructor
Cherax destructor merupakan jenis  lobster air tawar (LAT) yang paling dikenal diantara 100 jenis LAT yang hidup di Australia.  Mereka bisa dijumpai mulai dari  daerah New South Wales hingga diselurah dataran benua Australia.  Sebaran yang luas menyebabkan mereka mampu beradaptasi mulai dari daerah dingin  di danau-danau berair dingin pegunungan Snowy, hingga daerah beriklim panas.

Cherax destructor  boleh dikatakan merupakan makanan orang suku asli Australia (aborigin). Setidaknya hal tersebut telah dilakukan sejak 28.000 tahun lalu, berdasarkan temuan-temuan arkeologis setempat.  

Pada umumnya C. destructor dijumpai di danau-danau, rawa rawa, billabong, bendungan, saluran irigasi, dan juga disungai-sungai.  Mereka termasuk tahan banting. Pada musim kering mereka akan bertahan hidup dengan cara membuat luband didalam tanah.  Bahkan mreka mampu membuat lubang hingga kedalaman 5 meter.  Paa saat musim penghujan mereka kemudian keluar untuk mencari makan, memijah dan bermigrasi.

Di habitat asalnya, C destructor kadang-kadang  disalahkan sebagai penyebabnya runtuhnya bendungan.  Hal ini biasanya terjadi apabila dinding bendungan tersebut kurang dari  2 meter, dan sering terjadi perubahan permukaan air, seperti biasa terjadi di sawah.  Meskipun demikian kejadian demikian  jarang dijumpai  pada dam-dam yang ketebalan dindingnya lebih dari 6 meter

Cherax quadricarinatus.
C. quadricarinatus dikenal dengan sebutan Redclaw atau biasa juga disebut sebagai Yabby Queensland Utara.  Disebut red claw karena LAT dewasa jenis ini  mempunyai warna merah pada capit bagian luarnya, khususnya pada LAT jantan.  Mereka umumnya dijumpai di sungai-sungai di Dividing Range.

 

LAT dengan warna dasar hijua-coklat ini, di daerah asalnya merupakan makanan penduduk setempat. Rasanya lezat apabila disajikan dalam bentuk LAT bakar.

C. quadricarinatus sangat mudah dibedakan dari jenis cherax lainnya.  Hal ini dicirikan dalam nama latinnya yaitu quadricarinatus yang artinya mempunyai empat buah lunas (quadri=empat, carinatus = carinae, bentukan menyerupai lunas), seperti terlihat pada gambar berikut:

 

Procambarus clarkii
Berbeda dengan genus cherax yang telah disebutkan diatas, genus procambarus bukan merupakan LAT asal Australia.  Keluarga  Cambaridae merupakan keluarga LAT yang hidup di bagian lintang utara.  Procambarus calrkii sendiri berasal dari  daerah Amerika Utara, di Louisiana dan di Delta Missisippi.  

P. clarkii mempunyai warna tubuh dominan merah.  Oleh karena itu mereka sering disebut sebagai red swamp crayfish.  P. clarkii dewasa berwarna merah gelap, sedangkan P. clarkii muda berwarna merah kekelabuan.    P. clarkii dewasa bisa tumbuh hingga mencapai panjang 20cm.

Red swap crayfish diketahui mempunyai toleransi lebar terhadap salinitas air, oleh karena itu mereka bisa dijumpai baik di air tawar maupun air payau.    Mereka kerap membuat lubang pada tepi sungai, rawa, dan tanggul saluran irigasi.

Jenis crayfish ini di daerah asalnya  dijadikan sebagai menu santapan Cajun dan  merupakan basis akuakultur di daerah Louisina yang menguntungkan.  Mereka juga telah diperkenalkan keluar daerah asalnya untuk dibudidayakan. 

Red swamp crayfish  bersifat sangat agresif,  teritorial, dan  rakus, sehingga mereka bisa menjadi ancaman bagi hewan lain yang memanfaatkan   sumberdaya yang sama. Mereka bahkan mampu bersaing dengan jenis-jenis crayfish lokal.   Sebuah penelitian di Spanyol menunjukkan bahwa mereka mampu mengubah komunitas tumbuhan pada suatu lahan basah disana. Oleh karena itu introduksi mereka ke daerah baru perlu diperhatikan dengan seksama.  Sebuah perngatan bahkan pernah dikeluarkan agar Red swamp crayfish, jangan sampai masuk ke Australia, karena akan dapat menyaingi jenis crayfish aseli yang ada di negara tersbut.  Bagaimana dengan di Indonesia??